contoh dalam beramal1

Prinsip yang harus dilakukan dalam beramal

September 8, 2022

Zakat PenghasilanPilih seorang pria yang sudah berulang kali menunjukkan bahwa dia tidak miliki apa-apa tak hanya kepala: karena cerdas, dia dermawan, setidaknya dia bertindak seperti itu. Pilih kota yang telah memperoleh reputasi buruk untuk ketangguhan di di dalam pertempuran, dan memperhatikan bersama dengan hati-hati merawat mereka yang tidak beri tambahan seperempatnya.

Filsuf melihat di di dalam amal suatu unsur kesejahteraan, politisi suatu unsur keteraturan, seniman suatu jenis keindahan, orang beriman merupakan aktualisasi diri agung berasal berasal dari kehendak Tuhan. Ini seperti fajar; tiap tiap makhluk hidup menyapanya di dalam bahasanya, tetapi tidak ada seorang pun yang gagal untuk menyapanya.

Prajurit yang mendukung musuh yang terluka, membawanya ke area tinggal sakit, apakah dia Fray Bartolomé de las Casas? Dokter yang menyembuhkannya, yang mungkin bersama dengan sabar menanggung hinaannya, apakah dia seorang Santo Vinsensius a Paulo? Tidak, tentu saja. Mereka adalah dua orang gara-gara ada dua ribu orang lainnya, dua ratus juta lainnya.

Tidak lebih berasal berasal dari dua orang yang berakal, dan tindakannya, yang tampaknya luar biasa lebih berasal dari satu abad yang lalu, tidak diperhatikan oleh kita. Di mana pun ada kemalangan besar untuk menghibur, dan orang yang mengambil inisiatif untuk menghiburnya, pemberian mampir berasal berasal dari mana-mana, dan kemalangan dihibur.

Jikalau pengorbanan berupa uang diperlukan, tidak semua orang melakukannya secara spontan, atau untuk cinta Tuhan dan sesama; tetapi orang yang sama yang meratapi mereka tidak berani menyangkalnya. Mengapa? Untuk komitmen, untuk tidak bertabrakan, untuk tidak bukan lumayan berasal berasal dari yang lain.

Siapa yang membebankan kewajiban ini, yang tidak tertulis di mana pun? Siapa yang melakukan pemaksaan moral yang berfaedah ini atas orang-orang yang egois? pendapat. Sedekah, dengan nama ini atau itu, menurut pendapat, dan itu lebih tiap tiap hari. Mari kita lihat sekeliling kita, dan kita akan melihatnya memasuki gubuk penggembala, bengkel pengrajin, istana taipan: kita akan melihatnya mengambil sepotong roti hitam yang diberikan orang miskin kepada yang lebih miskin, merobek uang kertas kapitalis yang rakus, dan kesenangan kekanak-kanakannya kepada wanita bangsawan.

Wanita hebat pergi ke anak-anak tanpa ibu, ke wanita tanpa reputasi, ke tahanan yang akan mati. Amal mengubah kediktatoran para tiran; apa lagi? ia mencapai hati orang-orang pada saat ia dikobarkan oleh amarah nafsu politik. Sejak kapan semua ini berlangsung? Tidak lebih berasal berasal dari kemarin. Kita mesti menunggu lama untuk besok.

Jikalau menurut pendapat sedekah, dan cuman mereka yang tidak mempelajarinya yang bisa meragukannya, tugas negara untuk melaksanakan kebaikan sebanyak mungkin kepada yang membutuhkan adalah nyata, karena pada prinsipnya akan lebih gampang untuk mengingkari kewajiban untuk melakukannya bersama dengan baik, daripada mempertahankan bahwa itu mampu dijalankan di tengah jalan tanpa gagal di di dalam tugas suci.